Selasa, 28 Desember 2010

Di Balik Misteri Jamur Berasap

KABAR tentang jamur berasap dan menimbulkan kegegeran bagi masyarakat muncul kembali., Tahun 2008 lalu sudah ada berita serupa tentang jamur raksasa yang mengeluarkan asap secara berturut-turut di kawasan Magetan, yakni di desa Getasanyar, dan kemudian di jamur dusun Keniten desa Turi Kecamatan Panekan. Pada tahun ini juga ada kasus jamur berasap di Jl Cumpedak Dusun Kreongan Kelurahan Jember Kidul, Jatim. Tahun 2007, kejadian serupa juga muncul di Dusun Peyuyon, Desa Mertasari, Kecamatan Purwonegoro, Banjarnegara.
Menurut penemu jamur ternyata jika jamur raksasa diperhatikan secara seksama dengan sabar maka akan menimbulkan asap meskipun munculnya asap dari jamur tersebut tidak tentu. Ia yakin asap tersebut berasal dari batang jamur dan bukan dari proses pembakaran disekitar lokasi ditemukannya jamur raksasa. Analisis lebih lanjut diduga bahwa kemunculan asap tersebut diakibatkan dari pembakaran cahaya matahari yang memanas pada batang tumbuhan jamur. Menurutnya terik matahari bisa mengakibatkan jamur tersebut berasap tipis karena lebabnya jamur yang terjemur oleh matahari sehingga terjadi proses penguapan.
Asap dapat muncul dari mana saja. Air atau bahan yang mengandung cairan jika terkena panas, juga akan menghasilkan asap. Asap dapat muncul dan terlihat dari banyak benda, seperti minuman soda atau bir yang baru dibuka, orang menghembuskan udara dalam udara yang relatif dingin dan berkabut, knalpot kendaraan, ketel uap dan lain-lain.
Untuk kasus jamur berasap ini, fenomena yang tampak oleh pengunjung sebagai asap ini diduga seperti pengakuan penemu jamur, pada saat jamur terkena panas matahari kemungkinan adalah uap air yang keluar dari jamur. Fenomena ini sering kita amati kalau tanah atau jalan saat baru saja terkena gerimis tetapi kemudian ditimpa oleh panas matahari maka kemudian akan muncul asap dari jalan atau tanah tersebut.
Tetapi dugaan yang lebih kuat adalah berupa keluarnya spora dari tubuh jamur yang sudah matang. Dengan bantuan sedikit angin, maka spora akan keluar terlepas dan terbang terbawa angin. Dalam jumlah relatif banyak, maka spora ini akan terlihat seperti asap. Hal ini secara visual dapat diamati bahwa pada daerah tanah di sekitar jamur tumbuh akan tampak berwarna putih dari spora-spora yang terjatuh di sekitarnya.
Untuk diketahui bahwa tanaman jamur dapat berkembang biak salah satunya dengan alat reproduksi berupa spora ini. Spora dihasilkan dari sel-sel basidiospora yang terdapat pada bagian tubuh jamur yang disebut sebagai lamela. Lamela ini terletak dekat pada tangkai jamur. Pada saat jamur sudah mencapai kematangan tertentu atau sudah dewasa maka bagian jamur akan merekah dan memungkinkan spora-spora akan terlepas. Oleh karena itu dengan rangsangan angin atau panas, maka spora akan keluar secara bersamaan dan terlihat seperti asap.
Mengingat ukuran jamur yang besar maka jumlah spora yang dihasilkan juga banyak. Dengan demikian saat jatuhnya spora dari badang jamur ini mesti akan terlihat sebagai asap.
1. Jamur di Magetan / 2 lokasi (sumber gambar dari dari link dan link ini)


Tidak ada komentar:

Posting Komentar